Rabu, 04 Juli 2012

MENTAL ANAK JALANNAN

Mental Anak Jalanan

Kalau ditilik dari sudut sosiologi, pertumbuhan dan perkembangan desa dan kota tentu berbeda. Umumnya, di daerah pedesaan dinamika masyarakat bersifat statis. Anak-anak lahir dalam keluarga, sementara lahan untuk mata pencaharian tidak pernah bertambah. Ladang dibentuk dari hutan, semakin jauh ke dalam, hanya sekadar untuk mempertahankan hidup. Tetapi hal itu pun tidak menolong banyak. Akibatnya, hutan semakin berkurang dan bencana alam pun turut merusak "alam" yang dijajah manusia dan menuntut "balas" kepada manusia yang merusak lingkungan.
Di perkotaan, tumbuhnya industri telah menyedot banyak tenaga kerja bagaikan magnet bagi penduduk desa. Terjadilah arus urbanisasi. Walaupun begitu, tidak semua mereka ini dapat memberi hidup kepada anak-anak di dalam keluarganya sehingga terjadilah dampak yang tidak diharapkan. Anak menjadi peminta-minta di jalan dan berusaha "memeras" rasa belas kasihan orang yang lewat. Uang recehan akan bermunculan dari balik jendela depan! Sangat mudah mendapatkan uang. Hal ini menarik lebih banyak lagi orang desa datang ke kota dan memanfaatkan anak mereka yang mudah dikasihani.

2 komentar: