Mental Anak Jalanan
Kalau ditilik dari sudut sosiologi, pertumbuhan dan perkembangan desa dan kota
tentu berbeda. Umumnya, di daerah pedesaan dinamika masyarakat bersifat
statis. Anak-anak lahir dalam keluarga, sementara lahan untuk mata
pencaharian tidak pernah bertambah. Ladang dibentuk dari hutan, semakin
jauh ke dalam, hanya sekadar untuk mempertahankan hidup. Tetapi hal itu
pun tidak menolong banyak. Akibatnya, hutan semakin berkurang dan
bencana alam pun turut merusak "alam" yang dijajah manusia dan menuntut
"balas" kepada manusia yang merusak lingkungan.
Di
perkotaan, tumbuhnya industri telah menyedot banyak tenaga kerja
bagaikan magnet bagi penduduk desa. Terjadilah arus urbanisasi. Walaupun
begitu, tidak semua mereka ini dapat memberi hidup kepada anak-anak di
dalam keluarganya sehingga terjadilah dampak yang tidak diharapkan. Anak
menjadi peminta-minta di jalan dan berusaha "memeras" rasa belas
kasihan orang yang lewat. Uang recehan akan bermunculan dari balik
jendela depan! Sangat mudah mendapatkan uang. Hal ini menarik lebih
banyak lagi orang desa datang ke kota dan memanfaatkan anak mereka yang mudah dikasihani.
wongsing gawe j ra sehat k
BalasHapusterserah gitu ....
BalasHapus